


Donasi Banjir Aceh Tamiang resmi dibuka oleh Nur Ihsan Islamic Full Day School melalui program kemanusiaan Nur Ihsan Peduli untuk membantu warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut selama beberapa hari memicu luapan sungai serta pergerakan tanah yang menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas publik, dan memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan relawan di lapangan, banjir merendam pemukiman dengan ketinggian air bervariasi, sementara longsor menyebabkan sejumlah akses jalan terputus. Banyak keluarga kehilangan harta benda serta kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, seperti makanan, perlengkapan mandi, hingga obat-obatan. Kondisi ini mendorong perlunya aksi cepat dan kolaborasi berbagai pihak melalui kegiatan Donasi Banjir Aceh Tamiang.
Sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai kemanusiaan, Nur Ihsan Islamic Full Day School bergerak menghimpun bantuan dari masyarakat luas, wali murid, alumni, serta mitra sekolah. Program Nur Ihsan Peduli bertujuan untuk menggalang kepedulian publik agar para korban bencana dapat segera memperoleh bantuan dasar serta pendampingan selama masa pemulihan pascabencana.
Jenis Bantuan yang Diterima
Melalui program Donasi Banjir Aceh Tamiang, pihak sekolah membuka penerimaan berbagai jenis bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lokasi bencana, antara lain:
- Uang tunai (prioritas utama)
- Sembako (beras, mie instan, minyak, gula, dll.)
- Perlengkapan bayi
- Obat-obatan dan vitamin
- Perlengkapan mandi (sabun, sampo, handuk, dll.)
- Pakaian layak pakai
- Pembalut wanita
- Perlengkapan ibadah seperti mukena
Semua bantuan akan dihimpun dan dikelola secara transparan, kemudian disalurkan langsung kepada para korban di wilayah terdampak Aceh Tamiang berdasarkan skala kebutuhan prioritas.
Tujuan Transfer Donasi
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan Donasi Banjir Aceh Tamiang berupa dana tunai, penyaluran dapat dilakukan melalui rekening resmi berikut:
Bank BNI
Nomor Rekening: 1278 9575 01
Atas Nama: Yayasan Pinta Harapan
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembelian logistik darurat, pendistribusian bantuan, serta kebutuhan penanganan awal korban bencana di lapangan. Setiap transaksi akan dicatat dan dipertanggungjawabkan kepada publik sebagai bentuk komitmen akuntabilitas.
Donasi Barang
Selain donasi uang, bantuan berupa barang juga dapat diserahkan langsung ke:
Nur Ihsan Islamic Full Day School
Jl. Bersama No. 83 A, Medan Tembung,
Kota Medan, Sumatera Utara 20226
Panitia akan menyeleksi dan mengemas seluruh bantuan agar siap dikirim ke lokasi bencana secara terkoordinasi bersama relawan daerah.
Kontak Konfirmasi
Untuk memastikan donasi tercatat dengan baik, para donatur dapat melakukan konfirmasi melalui kontak resmi:
- Miss Irma: 0823-6891-4744
- Mu’allim Rey: 0823-6258-8262
Tim siap memberikan informasi terkait perkembangan pengumpulan dan pendistribusian Donasi Banjir Aceh Tamiang.
Proses Penyaluran Bantuan
Semua logistik dan bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara bertahap melalui koordinasi dengan relawan serta mitra lokal di Aceh Tamiang. Distribusi diprioritaskan kepada wilayah dengan dampak terparah serta kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Relawan turut melakukan pemantauan agar bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Selain itu, Nur Ihsan Peduli juga berupaya menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah setempat dan lembaga kemanusiaan agar pendistribusian bantuan dapat berjalan lebih efektif.
Ajak Berbagi untuk Aceh Tamiang
Melalui gerakan Donasi Banjir Aceh Tamiang, Nur Ihsan Islamic Full Day School berharap kepedulian masyarakat dapat menjadi cahaya harapan bagi para korban bencana. Setiap rupiah dan setiap paket bantuan sangat berarti untuk memulihkan kehidupan saudara-saudara kita yang terdampak.
Mari bersama bergandeng tangan, menghadirkan kepedulian dan kasih sayang bagi para korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang—karena berbagi adalah langkah nyata membangun kemanusiaan.

0 Komentar